Polsek Maulafa Amankan Kegiatan ToT Gereja Ramah Disabilitas di GMIT Getsemani Sikumana
Tribratanewskupangkota.com — Personel Polsek Maulafa, Polresta Kupang Kota, di bawah pimpinan Kanit Intelkam Polsek Maulafa, IPDA Deddy Manuain, S.H, melaksanakan pengamanan pada kegiatan Training of Trainers (ToT) Gereja Ramah Disabilitas dan Pemutakhiran Data Insan dengan Disabilitas (DID) GMIT tahun 2026, pada Kamis (22/10/2026) pagi hingga petang di GMIT Getsemani, Jalan H.R. Koroh, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
Kegiatan gerejawi ini dipimpin oleh Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb Blegur, S.Th, dan Ketua UPP Kategorial Pemuda, Kaum Bapa, Pemuda, dan Disabilitas, Pdt. Herison Herewila, S.Th, diikuti sekitar 30 peserta utusan pendeta, penatua, dan pengajar dari Klasis Kota Kupang, Malaka, Bali, Sumbawa, Flores, TTU, Alor, dan Rote Ndao.

Turut hadir Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc,; Kapolda NTT yang diwakili Dir Tahti Polda NTT, AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, S.I.K., S.H,; Asisten 1 Kabupaten Kupang, Drs. Guntur Subuh Taopan; Camat Maulafa yang diwakili Sekretaris Camat Maulafa, Hendrikus Banunaek, SH., M.Hum,; serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin Pdt. Christin Nisnoni, S.Th, dilanjutkan Suara Gembala oleh Pdt. Saneb Blegur, S.Th.
Selanjutnya Wakil Wali Kota Kupang dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada GMIT atas komitmennya mewujudkan gereja yang ramah, inklusif, dan terbuka bagi semua orang. Ia menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak, martabat, dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurutnya, gereja ramah disabilitas bukan hanya soal fasilitas fisik yang mudah diakses, tetapi juga sikap penerimaan, kesempatan setara, dan keterlibatan aktif penyandang disabilitas dalam kehidupan bergereja. Ia juga menekankan pentingnya data yang akurat dan mutakhir sebagai dasar penyusunan program pelayanan, penentuan kebutuhan fasilitas, dan perancangan kebijakan yang tepat sasaran, serta mengajak semua pihak menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.

Sementara itu, Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Nelson Filipe Dias Quintas, S.I.K., M.H, melalui Kapolsek Maulafa, AKP Marthen Luter Petterson Riwu, S.H, yang memonitor kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan personel untuk pengamanan terbuka dan tertutup selama kegiatan.
"Kehadiran Polsek Maulafa mengamankan kegiatan ini sebagai bentuk dukungan Polri dalam perlindungan dan pelayanan bagi penyandang disabilitas. Puji Tuhan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif GMIT dan berharap sinergi antara Polri, gereja, dan pemerintah daerah terus terjalin demi terciptanya Kamtibmas yang kondusif di wilayah Maulafa dan Kota Kupang.
"Polri siap bersinergi dengan semua pihak untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, namun dalam mewujudkan kamtibmas yang kondusif adalah tanggung jawab kita bersama, untuk itu dukungan warga masyarakat sangat penting dengan turut berperan serta aktif dalam menjaga kamtibmas di lingkungan masing-masing," tutupnya.
Kegiatan Training of Trainers Gereja Ramah Disabilitas dan Pemutakhiran Data Insan dengan Disabilitas untuk 57 Klasis se-GMIT Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan kolaborasi antara GMIT, Pemerintah Kota Kupang, dan seluruh elemen masyarakat termasuk Polri dalam mewujudkan lingkungan yang inklusif, ramah, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. (DL)
Humas Polresta Kupang Kota

