Hadiri Jumad Curhat Polda NTT di Kelurahan Bello, Kapolsek Maulafa Jawab Beragam Persoalan Kamtibmas.
Tribratanewskupangkota.com – Kapolsek Maulafa AKP Fery Nur Alamsyah, S.H., menghadiri kegiatan Jumad Curhat Polda NTT yang dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026 pagi, bertempat di Panti Asuhan Generasi Pengubah, Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
Kegiatan Jumad Curhat ini dipimpin oleh Kabag Psikologi Biro SDM Polda NTT Kompol Dwi Chrismawan, S.Psi., M.Si., M.Psi. selaku narasumber utama yang mewakili Kapolda NTT. Turut mendampingi sebagai narasumber yakni Kasubiddokpol Biddokkes Polda NTT Kompol Aris Saputro, S.H., M.Si., serta Kapolsek Maulafa AKP Fery Nur Alamsyah, S.H.

Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Bello Robynson Lona, S.H., Perwira dan Bintara Polda NTT dan Polsek Maulafa, serta sekitar 30 orang warga masyarakat Kelurahan Bello.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kabag Psikologi Biro SDM Polda NTT yang menyampaikan maksud dan tujuan dilaksanakannya Jumad Curhat sebagai wadah komunikasi langsung antara Polri dan masyarakat untuk menyerap aspirasi, keluhan, serta masukan warga. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada IPDA Yunus Labba, S.Th, selaku Kanit Binmas Polsek Maulafa sekaligus pengasuh Panti Asuhan Generasi Pengubah yang telah memfasilitasi tempat kegiatan, serta mengapresiasi kehadiran masyarakat pada kegiatan tersebut.

Selanjutnya, Lurah Bello dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran jajaran kepolisian melalui kegiatan Jumad Curhat di wilayah Kelurahan Bello. Ia menekankan pentingnya kesadaran dan partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan dengan menjadi “polisi bagi diri sendiri dan keluarga”. Lurah Bello juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menyampaikan pertanyaan, usul, dan saran kepada pihak kepolisian.
Pada sesi tanya jawab, sejumlah warga menyampaikan berbagai permasalahan, di antaranya maraknya pencurian termasuk hewan ternak yang melibatkan pelaku dewasa maupun anak di bawah umur, gangguan kamtibmas seperti pemutaran musik keras hingga larut malam pada pesta maupun karaoke, pelajar yang bolos sekolah serta mengkonsumsi rokok dan minuman keras yang memicu perkelahian antar pelajar, hingga kebersihan dan kualitas program MBG di sekolah. Warga juga menyoroti penggunaan sepeda listrik oleh anak sekolah yang berpotensi menimbulkan kerawanan lalu lintas, serta peternakan hewan di tengah permukiman yang menyebabkan polusi udara dan bau tidak sedap serta usulan sumur bor, penerangan jalan dan Pos Polisi atau Pos Kamling untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.
Menanggapi hal tersebut, Kabag Psikologi Biro SDM Polda NTT menjelaskan bahwa terkait kebutuhan sumur bor, Kapolda NTT memiliki program bantuan sumur bor bagi masyarakat yang membutuhkan, dengan mekanisme pengajuan surat permohonan kepada Kapolda NTT. Ia menambahkan bahwa untuk saat ini permintaan cukup banyak sehingga bantuan diberikan secara bertahap. Terkait permasalahan anak di bawah umur dan gangguan musik, akan dijelaskan lebih lanjut oleh Kapolsek Maulafa. Ia juga mengusulkan agar Polsek Maulafa melakukan patroli pada jam rawan, khususnya pukul 08.00 dan 09.00 Wita, untuk menegur pelajar yang bolos sekolah.

Sementara itu, Kasubiddokpol Biddokkes Polda NTT menjawab pertanyaan terkait SPPG dan kualitas makanan, dengan menjelaskan bahwa pihak kepolisian memiliki satu SPPG di SPN dan sangat memperhatikan kualitas makanan. Ia menegaskan bahwa apabila ditemukan makanan yang tidak layak konsumsi, maka Polsek Maulafa diminta melakukan penyelidikan dengan berkoordinasi bersama instansi terkait serta memanggil pihak SPPG untuk dilakukan pemeriksaan. Pihak sekolah juga diminta mendokumentasikan temuan tersebut dan melaporkannya kepada kelurahan, dinas kesehatan, serta Forkopimda.
Kapolsek Maulafa dalam tanggapannya menyampaikan bahwa untuk kasus yang melibatkan anak di bawah umur, Polsek Maulafa telah melakukan berbagai langkah penyelesaian secara kekeluargaan. Pihaknya juga melakukan pendataan dan pemetaan wilayah rawan pencurian serta melaksanakan langkah-langkah penanganan terkait pesta Terkait pesta dan penggunaan musik keras, Kapolsek mengimbau warga agar memberikan informasi kegiatan pesta sehingga pihak kepolisian dapat melakukan patroli dan peneguran. Untuk pelajar yang bolos sekolah, Polsek Maulafa akan meningkatkan patroli, serta menjadwalkan sosialisasi ke sekolah-sekolah terkait penggunaan sepeda listrik dan keselamatan berlalu lintas.
Menanggapi usulan warga, Lurah Bello menjelaskan bahwa penerangan jalan telah masuk dalam program prioritas pemerintah, namun keterbatasan anggaran Pemkot belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan warga. Ia kembali mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan secara mandiri. Terkait air bersih, Lurah Bello menyampaikan apresiasi kepada Keluarga Labba yang telah menghibahkan sebidang tanah untuk pembangunan bak air bersih. Ia juga menyampaikan bahwa pihak kelurahan telah mensosialisasikan kepada ketua RT dan RW untuk mengaktifkan siskamling di masing-masing lingkungan.

Di akhir kegiatan Kabag Psikologi Biro SDM Polda NTT menyampaikan kesimpulan bahwa Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas dan menjadi polisi bagi diri sendiri. Ia menegaskan komitmen Polri untuk terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam menangani permasalahan, khususnya yang berkaitan dengan eksploitasi anak, ketertiban berlalu lintas, serta peningkatan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Kegiatan Jumad Curhat Polda NTT kemudian ditutup dengan foto bersama antara para narasumber dan warga masyarakat yang hadir. (DL)
Humas Polresta Kupang Kota

