“Jumat Curhat” Polda NTT di Kelurahan Bello: Pencurian, HIV/AIDS, hingga Persoalan Sosial Jadi Sorotan.
Tribratanewskupangkota.com — Suasana kekeluargaan dan dialog terbuka mewarnai kegiatan Jumat Curhat yang digelar Polda NTT di SMAK Generasi Unggul, Kelurahan Bello, pada Jumat pagi (24/4/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda NTT Kombes Pol. Sudartomo, S.IK, M.Si mewakili Kapolda NTT ini dihadiri oleh sekitar 100 orang yang terdiri dari guru, siswa-siswi, serta warga sekitar.
Turut hadir sejumlah pejabat Polda NTT antara lain Kepala SPKT AKBP Okto Wadu Ere, S.H, Kasubbid Rehab Kompol Yance Seran, S.H. Hadir pula Kapolsek Maulafa AKP Fery Nur Alamsyah, S.H., Lurah Bello Robinson Lona, S.H dan Kepala Sekolah SMAK Generasi Unggul Kupang, Wulandari Rihi Patty, M.Pd.
Dalam sambutannya, Lurah Bello mengucapkan terima kasih atas kehadiran jajaran kepolisian yang untuk kesekian kalinya menggelar kegiatan serupa di wilayahnya. Sementara itu, Kombes Pol. Sudartomo dalam sambutannya memperkenalkan diri dan menyampaikan pesan kepada para siswa agar fokus belajar mengejar cita-cita. Beliau kemudian membuka forum diskusi, mempersilahkan pertanyaan, keluhan, dan persoalan warga untuk didiskusikan bersama.

Antusiasme peserta terlihat dari mengalirnya enam pertanyaan yang beragam, mulai dari pelayanan lalu lintas hingga masalah sosial.
Pertanyan pertama dari Victor Rasi (Sekretaris RT 23 Bello) yang mengucapkan terima kasih atas pengaturan lalu lintas pagi hari di depan sekolah yang dinilai sangat membantu. Namun, ia juga mengeluhkan maraknya pencurian di wilayah Bello dan mengusulkan bantuan lampu jalan.
Pertanyaan kedua dari Kepala Sekolah Wulandari Rihi Patty menanyakan mekanisme bantuan sumur bor dari kepolisian untuk sekolah.
Pertanyaan ketiga dari Aurel Tanamal (Siswi) mempertanyakan isu "orang dalam" dalam testing masuk Polisi.
Pertanyaan keempat dari Paulus Lasboy (Ketua RT 27 Bello) menyoroti meningkatnya angka penderita HIV/AIDS di Kota Kupang, maraknya prostitusi online, serta kejahatan yang melibatkan anak di bawah umur.
Pertanyaan kelima dari Katlin Dethan (Siswi) mengeluhkan gangguan kamtibmas berupa suara karaokean hingga larut malam yang diduga melibatkan anggota Polri.
Pertanyaan keenam dari Daniel Sinlae (Siswa) menanyakan batas tingkat kebisingan knalpot yang diijinkan.
Menanggapi beberapa pertanyaan tersebut, AKBP Okto Wadu Ere, S.H menyampaikan beberapa poin penting. Pengaturan lalu lintas pagi adalah bentuk pelayanan Polri untuk keselamatan warga dan anak sekolah. Terkait pencurian, selain mengusulkan lampu jalan, beliau menekankan pentingnya kesadaran warga membentuk Siskamling. Mengenai sumur bor, akan dilaporkan ke Kapolda NTT karena merupakan program beliau.
Menyangkut testing Polisi, AKBP Okto mengingatkan para siswa untuk mempersiapkan diri mengikuti seluruh tahapan seleksi secara jujur, baik kesehatan fisik, mental, rohani, psikologi, akademik, maupun jasmani. "Tidak ada orang dalam. Yang ada adalah persiapan matang dari diri sendiri," tegasnya.

Ia juga mengimbau warga untuk memanfaatkan layanan call centre Polri 110, Aplikasi Super App Polri, serta memasang CCTV.
Khusus untuk keluhan pelanggaran anggota Polri, Kompol Yance Seran dari Bidang Propam Polda NTT menambahkan bahwa masyarakat bisa melaporkan melalui Aplikasi/Barcode Yanduan Propam Polri dan identitas pelapor yang dijamin kerahasiaannya.
Menjawab keluhan knalpot bising, AKP Sadikin dari Direktorat Lantas Polda NTT menjelaskan bahwa ambang batas kebisingan knalpot yang diijinkan adalah 80-85 desibel. "Lebih dari itu, akan kami lakukan penilangan," ujarnya.
Sementara itu, AKP Djafar Alkatiri, S.H dari Direktorat PPA/PPO Polda NTT mengingatkan pentingnya pendidikan seksual sejak dini di keluarga untuk melindungi anak dari kejahatan seksual, baik sebagai korban maupun pelaku.
Lurah Bello, menjelaskan bahwa lampu jalan merupakan program walikota periode sebelumnya dengan kendala teknis di lapangan. Pihak kelurahan telah mengusulkan perbaikan ke DPRD Kota Kupang. "Namun, kami juga mengajak warga untuk memasang lampu di depan rumah masing-masing, terutama di tepi jalan, agar lingkungan kita terang," ajaknya.

Kapolsek Maulafa, menambahkan bahwa keterbatasan personil membuat pengaturan lalu lintas difokuskan di titik rawan, termasuk depan SMAK Generasi Unggul. Pihaknya juga telah melakukan patroli menyasar anak-anak yang berkeliaran di jam sekolah.
Di akhir kegiatan, AKBP Okto Wadu Ere kembali mengingatkan para siswa untuk membentengi diri dengan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terhindar dan terlindungi dari berbagai kejahatan dan sukses dalam meraih cita-cita.
Seluruh Kegiatan Jumat Curhat ditutup dengan sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dari Direktorat Resnarkoba Polda NTT dan sesi foto bersama. (DL)
Humas Polresta Kupang Kota

