Dari Sumur Bor hingga Curnak, Warga Bello "Curhat" Bareng Polresta Kupang Kota Demi Keamanan Bersama.
Tribratanewskupangkota.com — Polresta Kupang Kota kembali menggelar kegiatan Jumat Curhat di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, pada Jumat (24/6/2026). Bertempat di Kantor Lurah Bello, Jalan H.R. Koroh, kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Kabagops Polresta Kupang Kota, AKP Mesakh Yohanis Hetharie, S.H., M.H, dan Kapolsek Maulafa, AKP M. L. Petterson Riwu, S.H.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kasat Tahti Polresta Kupang Kota, IPTU Valentinus Beribe, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bello, AIPTU Yandri Liu, S.H, Lurah Bello, Robynson Lona, S.H, para ketua RT/RW, serta 30 orang warga Kelurahan Bello.
Kegiatan dibuka oleh Lurah Bello, yang menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran jajaran Polresta Kupang Kota yang untuk kesekian kalinya mengadakan kegiatan Jumat Curhat di Kelurahan Bello. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi jembatan komunikasi demi terjaganya situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di Kelurahan Bello.

Dalam sambutannya, Kabagops Polresta Kupang Kota AKP Mesakh yang mewakili Kapolresta Kupang Kota menyampaikan terima kasih kepada Lurah beserta staf dan warga yang telah menyediakan tempat serta hadir dalam kegiatan ini.
Sementara itu, Kapolsek Maulafa dengan rendah hati memperkenalkan diri selaku pejabat Kapolsek yang baru dan memohon dukungan dari Lurah, para ketua RT/RW, serta warga Kelurahan Bello untuk mendukung tugas-tugas Polsek Maulafa dalam menjaga Kamtibmas di Kecamatan Maulafa, yang sebelumnya sudah berjalan baik bersama pendahulunya AKP Fery Nur Alamsyah, S.H.
Memasuki sesi inti, sejumlah warga menyampaikan pertanyaan dan aspirasi secara langsung.
Pertanyaan pertama diajukan oleh warga bernama Bayu Mauta. Ia menyampaikan terima kasih atas bantuan sumur bor dari Kapolda NTT yang telah membantu pertanian warga. Namun, ia menyoroti kondisi jalan raya yang banyak berlubang, terutama di ruas Jalan H.R. Koroh, yang sering menyebabkan kecelakaan dan pertengkaran serta berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.
Ia juga mengusulkan agar pihak kepolisian membantu menyampaikan hal ini kepada instansi terkait agar jalan rusak segera diperbaiki. Selain itu, ia juga mengusulkan penambahan lampu jalan untuk meminimalisir pencurian serta pembangunan pos polisi di lokasi perbatasan Kelurahan Bello dengan wilayah Kabupaten Kupang.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Maulafa menyampaikan bahwa bantuan sumur bor merupakan bentuk perhatian pimpinan Polri, yakni Kapolda NTT dalam mendukung usaha pertanian dan pemenuhan kebutuhan air bersih warga. Terkait jalan rusak, kepolisian siap membantu menyampaikan kepada pihak PUPR Provinsi untuk dilakukan perbaikan, demikian pula soal lampu jalan akan diteruskan kepada instansi terkait. Mengenai usulan pos polisi, akan dilaporkan kepada pimpinan untuk dapat ditindaklanjuti.

Pertanyaan kedua disampaikan oleh Ofis Kase, Ketua RT. 22, yang juga berterima kasih atas bantuan sumur bor dan lampu jalan dari Kapolda NTT. Ia mengapresiasi kedekatan warga dan aparat pemerintah dengan Bhabinkamtibmas, serta mengusulkan adanya pos polisi untuk antisipasi Pencurian Ternak (Curnak) di Kelurahan Bello.
Kabagops dengan gaya khasnya yang supel namun tegas, merespons dengan mengapresiasi Bhabinkamtibmas Kelurahan Bello, yang telah menunjukkan peran Polri yang paling dekat dengan warga. Terkait masih maraknya Curnak, ia mengajak warga untuk menjadi polisi bagi diri sendiri, yaitu tidak menjadi pemicu gangguan Kamtibmas, serta melakukan upaya preventif seperti lebih waspada menjaga lingkungan dan harta benda. Ia juga menyampaikan bahwa Pihak Polri juga telah mengadakan kegiatan patroli berbasis GPS.
Kapolsek Maulafa menambahkan, bahwa pencurian ternak telah menjadi atensi Polsek Maulafa untuk diungkap. Khusus Kelurahan Bello yang memiliki 19 perumahan, warga sering meninggalkan rumah di jam kerja atau rumah belum ditempati sehingga rawan pencurian. Ia mengimbau warga untuk memasang kamera pengawas (CCTV), menggalakkan siskamling, dan segera melapor jika terjadi kejadian pencurian atau mencurigai pihak-pihak yang diduga.
Pertanyaan ketiga datang dari warga Paulus Lasboy, yang menyoroti peredaran Minuman Keras (Miras) di Kelurahan Bello yang diduga masuk dari luar wilayah. Kapolsek Maulafa mengakui bahwa pernah dilakukan penertiban besar-besaran, namun mendapat penolakan dari sebagian warga yang beralasan miras merupakan sumber ekonomi. Meski demikian, ia berjanji akan menindaklanjuti keresahan warga tersebut mengingat miras merupakan pemicu banyak gangguan kamtibmas dan tindak pidana.
Pertanyaan keempat diajukan oleh Lukas Tualaka, Ketua RT. 19, yang mengusulkan agar wilayahnya juga mendapat bantuan sumur bor untuk melayani kebutuhan air bersih warga. Kapolsek menjawab bahwa usulan tersebut akan disampaikan kepada pimpinan secara berjenjang untuk ditindaklanjuti.
Menutup kegiatan, Kapolsek Maulafa menyampaikan sejumlah imbauan kepada warga. Ia mengingatkan agar mewaspadai kebakaran rumah dengan mematikan peralatan listrik dan kompor sebelum meninggalkan rumah, serta tidak melakukan pembakaran lahan mengingat angin kencang dapat memicu kebakaran. Terkait kelangkaan minyak tanah, jajaran Polsek Maulafa telah digerakkan untuk melakukan monitoring di lapangan agar pangkalan menjual sesuai harga dan tidak terjadi penimbunan.

Kapolsek juga menyoroti maraknya kasus persetubuhan anak dan kekerasan seksual di wilayah Kecamatan Maulafa, termasuk yang baru terjadi di Kelurahan Bello. Ia mengimbau para orang tua untuk melakukan pengawasan ketat terhadap anak-anak. Para aparat RT/RW dan Bhabinkamtibmas juga diminta melakukan imbauan kepada warga, serta pengawasan dan pendataan terhadap orang baru yang masuk ke wilayah untuk mengantisipasi masuknya oknum jaringan kejahatan maupun radikalisme.
Ia mengajak warga untuk tidak sungkan menyampaikan berbagai hal yang terjadi di lingkungan masing-masing kepada Kapolsek, baik secara langsung maupun melalui Bhabinkamtibmas, agar dapat segera dilakukan upaya-upaya sehingga kamtibmas tetap terjaga aman dan kondusif di Kelurahan Belo khususnya dan Kecamatan Maulafa secara keseluruhan.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan kondusif. Suasana dialog yang hangat dan penuh keakraban mencerminkan terjalinnya hubungan yang baik antara Polri dan masyarakat. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen dalam menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan. (DL)
Humas Polresta Kupang Kota

