Polsek Maulafa Amankan Parade Nusantara Bulan Budaya GMIT 2026 di Gereja Paulus Oepura

Polsek Maulafa Amankan Parade Nusantara Bulan Budaya GMIT 2026 di Gereja Paulus Oepura

Tribratanewskupangkota.com — Suasana kebersamaan dan semarak budaya mewarnai halaman Gereja GMIT Paulus di Jalan Soeharto, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, pada (Sabtu, 30/5/2026) sore hingga malam. Ratusan jemaat dari berbagai wilayah berkumpul dalam kegiatan Pawai Parade Nusantara yang digagas oleh GMIT se-Kota Kupang, sebagai puncak perayaan bulan budaya GMIT tahun 2026 yang sarat makna.

 

Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 Wita ini diikuti oleh jemaat dari sejumlah gereja antara lain GMIT Anugerah Naikoten, GMIT Silo Naikoten, GMIT Bethlehem Naikolan, GMIT Betania Naikolan, GMIT Thedosius Sikumana, GMIT Sion Oepura, GMIT Sesawi Oepura, GMIT Yarden Labat, serta jemaat tuan rumah GMIT Paulus Oepura. Tak ketinggalan, para guru dan siswa dari SMA Negeri 7 Kupang turut memeriahkan acara.

Rombongan parade terlebih dahulu berangkat dari GMIT Anugerah Naikoten dengan penuh semangat. Tepat pukul 17.55 Wita, mereka tiba di halaman GMIT Paulus Kupang dan disambut dengan tarian daerah, serta sambutan hangat. Sambutan meriah ini menjadi pembuka dari serangkaian acara yang berlangsung hingga pukul 21.30 Wita.

 

Rangkaian kegiatan berjalan khidmat dan meriah. Setelah sambutan, MC membuka acara dengan sapaan akrab. Pujian "Tuhan Yesus Mana Doi Soin" menggema, dilanjutkan dengan Tarian Rote yang memukau. Laporan perayaan bulan budaya disampaikan, diselingi pujian "Susah Lalah" dan beberapa puji-pujian lainnya. Doa syukur atas perayaan bulan budaya dipanjatkan, kemudian dilanjutkan dengan Tarian Maumere dan pujian "Ini No".

 

Sambutan dari Ketua Majelis Jemaat GMIT Paulus menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian perayaan bulan budaya. Setelah sambutan, acara diisi dengan tarian, puji-pujian, dan diakhiri dengan Tarian Lego-lego yang melibatkan seluruh peserta sebagai simbol persatuan.

 

Bahwa Parade Budaya GMIT tahun 2026 ini tidak sekadar hiburan, melainkan perayaan iman yang utuh. Beberapa tujuan utama kegiatan ini adalah: Mempererat persatuan antar jemaat dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang tua, Membangun kebersamaan dan solidaritas serta menumbuhkan nilai-nilai iman dan kepedulian.

Parade budaya ini merupakan wujud dukungan Gereja dalam Melestarikan budaya lokal NTT melalui tarian, pakaian adat, dan tradisi sebagai upaya menjaga identitas di tengah modernisasi, yang dapat mendorong kreativitas generasi muda gereja melalui lomba seni, olahraga, dan ruang ekspresi lainnya, Mendukung ekonomi masyarakat dengan melibatkan UMKM dan pedagang kecil dalam kegiatan, sehingga menggerakkan ekonomi lokal di Kota Kupang, serta Membangun hubungan harmonis antara gereja, masyarakat, dan pemerintah, menciptakan suasana keberagaman yang damai.

 

Sepanjang jalannya kegiatan, situasi terpantau aman dan lancar. Pengamanan dilakukan oleh personel Polsek Maulafa yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Maulafa, AKP Fery Nur Alamsyah, S.H.

 

Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Djoko Lestari, S.I.K, M.M, melalui Kapolsek Maulafa, AKP Fery Nur Alamsyah menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini.

 

"Kami dari Polsek Maulafa mengapresiasi seluruh jemaat dan panitia yang telah menyelenggarakan Parade Nusantara ini dengan sangat tertib dan penuh sukacita. Kegiatan ini adalah contoh nyata bagaimana sinergi antara gereja, masyarakat, dan kepolisian dapat menciptakan suasana keamanan yang kondusif", ujar AKP Fery di sela-sela pemantauan.

Beliau juga menitipkan pesan bahwa kegiatan positif seperti ini harus terus didukung karena tidak hanya mempererat persaudaraan tetapi juga melestarikan budaya dan menggerakkan ekonomi rakyat.

 

"Kami sangat mendukung kegiatan ini dan bangga bisa menjadi bagian dari pengamanan acara yang damai dan meriah ini," pungkas AKP Fery.

 

Kegiatan yang berlangsung selama lebih dari empat jam ini ditutup dengan suasana penuh kehangatan, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta dan masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga iman, budaya, dan kebersamaan. (DL)