Puluhan Rumah dan Satu Gereja di Bello Rusak Akibat Angin Kencang, Polsek Maulafa Turun Bantu Warga.
Tribratanewskupangkota.com - Polsek Maulafa Polresta Kupang Kota bergerak cepat membantu warga yang terdampak bencana alam angin kencang yang terjadi di RT 02 RW 08, Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, pada Sabtu (24/01/2026) sekitar pukul 00.30 WITA.
Peristiwa angin kencang tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga kepada Kapolsek Maulafa melalui pesan WhatsApp dan laporan Bhabinkamtibmas Kelurahan Bello, AIPTU Yandri Liu, S.H. Menanggapi laporan tersebut, AIPTU Yandri Liu, S.H langsung terjun ke lokasi kejadian untuk memetakan situasi serta mengidentifikasi dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana alam tersebut.

Selanjutnya, pada pukul 09.00 WITA, piket Polsek Maulafa yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Maulafa AKP Fery Nur Alamsyah, S.H mendatangi lokasi bencana guna melakukan penanganan lanjutan. Dari hasil pendataan, diketahui bahwa bencana angin kencang tersebut mengakibatkan 33 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, hingga berat. Selain itu, satu unit gedung Gereja GMIT Yegar Sahaduta Bello juga mengalami kerusakan pada bagian atap dan plafon.
Dalam kejadian tersebut, terdapat dua orang korban luka, masing-masing saudari Olvi Tameon yang menjalani perawatan di rumah, serta saudara Steven Kase yang sementara mendapatkan perawatan medis di RS Beromeus Bello.
Di bawah komando AKP Fery Nur Alamsyah, personel Polsek Maulafa segera mengambil sejumlah langkah konkret. Selesai mendata detail kerusakan rumah warga, personil langsung turun tangan membantu proses perbaikan darurat, serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kupang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Taruna Siaga Bencana (TAGANA).

Berkat koordinasi yang cepat, bantuan segera mengalir. Sebanyak 10 lembar terpal dari Dinsos Kota Kupang telah diserahkan untuk melindungi rumah warga dari cuaca. Selain itu, 1 unit tenda berukuran 6x12 meter dari BPBD Provinsi NTT juga disiapkan untuk digunakan jemaat Gereja GMIT Yegar Sahaduta dalam melaksanakan kebaktian pada Minggu (25/1/2026) esok hari.
“Kami berusaha hadir untuk meringankan beban warga dan memastikan proses pemulihan berjalan lancar. Segala upaya koordinasi dengan stakeholder lain kami lakukan agar bantuan tepat sasaran,” ujar Kapolsek Maulafa.

Tidak berhenti di situ, untuk memastikan penanganan yang komprehensif, Walikota Kupang dr. Christian Widodo saat mendatangi lokasi bencana, dan menjenguk korban luka, Sdr. Steven Kase, di RS Beromeus Bello, Kanit Binmas Polsek Maulafa IPDA Yunus Labba, S.Th., bersama AIPTU Yandri Liu juga mengamankan dan mendampingi kunjungan Walikota Kupang tersebut,.
Kepedulian dan kerja keras jajaran Polsek Maulafa ini mendapatkan apresiasi dari pimpinan yakni Kapolresta Kupang Kota, KBP Djoko Lestari, S.IK., M.M., serta sambutan hangat dan rasa terima kasih dari warga masyarakat setempat yang merasakan langsung sentuhan kepedulian Polri di saat-saat sulit yang dialami warga.
Kejadian ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan menunjukkan peran vital Polsek dan Bhabinkamtibmas serta sinergitas antar instansi terkait sebagai garda terdepan dalam penanganan darurat akibat bencana alam. DL
Humas Polresta Kupang Kota

