Dekat dengan Warga, Polresta Kupang Kota Serap Aspirasi Kamtibmas Lewat Jumat Curhat di Fatukoa.

Dekat dengan Warga, Polresta Kupang Kota Serap Aspirasi Kamtibmas Lewat Jumat Curhat di Fatukoa.

Tribratanewskupangkota.com — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kupang Kota kembali membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat, melalui kegiatan Jumat Curhat bersama warga Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, (Jumat, 18/9/2026).

 

Bertempat di rumah Bapak Doginus Lema, RT. 10 RW. 03, Kelurahan Fatukoa, kegiatan itu dihadiri oleh sekitar 30 masyarakat, para Ketua RT dan Ketua RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perangkat kelurahan.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut, yaitu Kapolsek Maulafa, AKP Marten Luther Petterson Riwu, S.H, Kasubag Bekpal Baglog Polresta Kupang Kota, IPTU Dewa Nyoman Gunawan, Kasat Tahti Polresta Kupang Kota, IPTU Valentinus M. Beribe, Kanit Reskrim Polsek Maulafa, IPDA Gian Ndoen, S.H, Kanit Intelkam Polsek Maulafa, IPDA Deddy Manuain, S.H, serta personel Polsek Maulafa.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi dan keluhan yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari mereka, khususnya persoalan keamanan lingkungan. Warga mengeluhkan masih terjadinya pencurian, terutama pencurian hewan, seperti anjing dan ayam, konsumsi minuman keras, gangguan suara musik hingga larut malam, hewan ternak yang dilepasliarkan, hingga persoalan kelangkaan minyak tanah.

 

Selain persoalan Kamtibmas, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan terhadap fasilitas pendukung, seperti air bersih, pemanfaatan sumur bor bantuan Polda NTT serta penerangan jalan.

 

Kapolsek Maulafa pada kesempatan itu, menjelaskan bahwa kegiatan Jumat Curhat merupakan sarana bagi Polri untuk mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus mencari solusi sesuai tugas dan kewenangan Kepolisian.

 

“Terkait maraknya pencurian, Polsek Maulafa telah melakukan pemetaan terhadap wilayah yang dianggap rawan, serta melaksanakan patroli dan penindakan terhadap pelaku tindak pidana. Kami juga minta masyarakat untuk tidak menganggap pencurian sebagai hal biasa, dan segera melaporkan setiap kejadian maupun informasi yang dapat membantu Kepolisian dalam melakukan pencegahan dan pengungkapan kasus,” ujar AKP Petter Riwu.

 

Kapolsek juga mendorong masyarakat meningkatkan sistem keamanan lingkungan, salah satunya melalui pemasangan CCTV. Menurutnya, keberadaan CCTV dapat menjadi sarana pencegahan, sekaligus membantu proses pengungkapan tindak pidana ketika terjadi suatu kejadian.

 

“Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dibutuhkan kepedulian dan kerja sama masyarakat untuk memberikan informasi sekecil apa pun kepada Bhabinkamtibmas maupun Polsek Maulafa, sehingga setiap potensi gangguan dapat segera ditindaklanjuti,” kata Kapolsek Maulafa.

Sementara itu terkait kelangkaan minyak tanah, lebih lanjut dijelaskan Kapolsek Petter Riwu, persoalan tersebut akan menjadi perhatian untuk dilakukan pemantauan dan koordinasi dengan instansi terkait.

 

“Kami imbau masyarakat untuk memberikan informasi kepada Bhabinkamtibmas, apabila mengetahui adanya proses penyaluran minyak tanah dalam jumlah yang tidak wajar, sehingga dapat dilakukan pengawasan, “ sebut Kapolsek lagi.

 

Mengenai sumur bor dan penerangan jalan, tambahnya, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat.
 

“Pemanfaatan sumur bor yang masih membutuhkan instalasi pendukung, kami harap masyarakat dapat melakukan musyawarah bersama, guna mencari solusi terbaik sehingga bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal,” pesan AKP Petter.

 

Tambah Kapolsek lagi, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat merupakan masukan penting bagi Polri dalam mengevaluasi pelaksanaan tugas di lapangan.

“Kami akan menindaklanjuti setiap persoalan sesuai tugas dan kewenangan Kepolisian, serta berkoordinasi dengan instansi terkait, apabila persoalan tersebut berada di luar kewenangan Polri,” tegasnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pencurian dengan memastikan rumah, kendaraan, ternak maupun barang berharga dalam kondisi aman. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan, memperhatikan penggunaan peralatan listrik dan kompor, serta menjaga ketertiban ketika melaksanakan kegiatan yang menggunakan musik atau hiburan, agar tidak mengganggu waktu istirahat warga lainnya.

 

Kegiatan Jumat Curhat tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Kelurahan Fatukoa. Forum ini menjadi ruang komunikasi dua arah antara Polri dan masyarakat dalam menyerap berbagai aspirasi sekaligus memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan kondusif. (AN)