Puslitbang Polri Lakukan Penelitian di Polresta Kupang Kota Terkait Indeks Pembangunan Kesehatan

Puslitbang Polri Lakukan Penelitian di Polresta Kupang Kota Terkait Indeks Pembangunan Kesehatan

Tribratanewskupangkota.com – Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri, melakukan kegiatan terkait Indeks Pembangunan Kesehatan Polri (IPKP), di lingkungan Polresta Kupang Kota dan Polres Kupang, yang berlangsung di Aula Bijaksana Polresta, Senin (10/7/2023) siang.

Tim Puslitbang Polri yang hadir, yakni Kombes Pol. Ade Djadja Subagja, S.I.K., M.H (Analis Utama Puslitbang Polri) selaku Ka Tim, Pembina Wilhelmus Sanga, S.E., M.M (Kaurkeu Set Puslitbang Polri), Penata Yuli Pertiwi, S.E., M.M (Ps. Paur SDM Bidgasbin), dan Gianinna Arsaneswari, S.Si., M.Si (Dekan Fakultas MIPA Universitas Indonesia).

Hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto, S.H., S.I.K.,M.H, Kapolres Kupang AKBP Anak Agung Gede Anom Wirata, S.I.K., M.H, Wakapolresta Kupang Kota AKBP Aldinan R.J.H Manurung, S.H., S.I.K., M.Si, Kasubbag Binkar Polresta Kupang Kota AKP Darius Kore, Kasidokkes Polresta Kupang Kota IPTU Daud Bessie, A.Md. Kep, Wakapolres Kupang KOMPOL Yulianus Lau, Kabag SDM Polres Kupang KOMPOL Ribka Hubertha Hangge, S.H., M.H, Paur Subbag Binkar Polres Kupang IPDA maxs Adolf Wadu dan Kasidokkes Polres Kupang IPDA Elias.

Kapolresta Kupang Kota menyampaikan selamat datang kepada tim, dan dengan adanya penelitian terkait kondisi personel, khususnya di bidang kesehatan, bisa memberikan masukan kepada pimpinan untuk pengambilan keputusan ke depan. “Semoga dengan hadirnya tim penelitian di Polresta Kupang Kota, dan melihat kondisi personel, serta sarana dan prasarana yang ada khususnya terkait kesehatan, bisa menjadi bahan masukan kepada pimpinan dalam pengambilan keputusan”, ungkapnya.

Ketua Tim Puslitbang Polri dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini sudah rutin dilakukan, terkait IPKP. Dimana setiap tahunnya melakukan penelitian tentang kondisi personel yang ada di wilayah masing-masing. "Kami melihat adanya penyusutan dari jumlah anggota Polri, walaupun setiap tahunnya terus dilakukan perekrutan anggota Polri. Penyusutan yang paling banyak, diakibatkan oleh sakit yang diderita anggota hingga meninggal dunia”, jelasnya.

Sambungnya, penyakit yang paling banyak di derita hingga meninggal dunia, adalah Covid-19 (yang terjadi pada tahun 2019), penyakit jantung, Hypertensi, Diabetes Melitus, dan Kanker (terjadi pada tahun 2020), dan pada tahun ini (sejak bulan Januari sampai dengan Juni 2023), terkait penyakit mental, dimana anggota tersebut meninggal dunia dengan cara bunuh diri.

“Saya minta Kapolresta Kupang Kota dan Kapolres Kupang untuk bisa menekan kejadian yang menimpa anggota tersebut, kalau tidak akan berdampak kepada kinerja organisasi secara umum”, pintanya.

Diharapkan, Polri terus meningkatkan kesehatan anggotanya, meliputi kesehatan fisik dan kepribadian. "Sudah saatnya kita juga memperhatikan mental kepribadian, karena banyaknya kasus-kasus yang terjadi terkait dengan mental kepribadian. Apabila anggota sehat, maka pelayanan kepada masyarakat juga akan lebih maksimal”, harapnya.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD), yang diikuti oleh personel dari Bagian SDM dan Seksi Kedokteran Kepolisian dan Kesehatan Kepolisian, Polresta Kupang Kota dan Polres Kupang bersama tim.

Setelah selesai kegiatan FGD dan pengisian kuisioner, tim kemudian melaksanakan observasi sarana dan prasarana dari Klinik Pratama Parama Satwika Polresta Kupang Kota.